English is Easy - Posts | Facebook

Bahasa Inggris adalah jodoh saya

Oleh Imam Apritiarto, S.Pd

Pengalaman sebelum belajar bahasa Inggris

Saya adalah seorang guru bahasa Inggris SMK yang ada di kota Slawi kabupaten Tegal. Bagi saya, bahasa Inggris adalah bagian dari hidup saya, karena saya selalu berbicara  bahasa Inggris dengan siswa saya dan terkadang dengan orang lain. Sesuai pengalaman yang saya alami dalam belajara bahasa Inggris sangatlah penuh dengan perjuangan, mengapa saya katakan demikian karena waktu saya untuk kedua kalinya belajar bahasa Inggris di bangku kuliah penuh perjuangan dan ketekunan. Pada saat itu saya adalah seorang buruh pabrik di sebuah perusahaan di kota bogor. Setelah lulus dari bangku SMK saya memutuskan untuk bekerja karena kondisi keuangan keluarga tidak mendukung untuk saya melanjutkan kuliah.

Pada tahun 2003 saya pernah bekerja di sebuah bengkel las kecil milik paman saya dan saya bekerja disana kyrang lebih selama setahun. Setelah satu tahun berlalu saya memutuskan untuk mengundurkan diri karena ingin mendapatkan pekerjaan yang lebih baik maka saya berangkat ke kota Depok untuk mengadu Nasib disana, sebelum saya bekerja di pabrik otomotif, saya membantu teman saya berjualan martabak setiap malam hingga saya beruntung melamar pekerjaan di perusahaan besar yang memproduksi kerangka jok mobil ternama. Singkat cerita saya berpindah-pindah pabrik dari Astra hingga Fujji Meiwa. Setelah kontrak kerja saya selesai saya memutuskan untuk pulang ke kampung halaman dan memutuskan untuk kuliah karena saran dari orangtua dan pade saya dan akhirnya saya mendaftar di salah satu perguruan tinggi di kota Tegal yaitu Universitas Pancasakti Tegal.

 

Dunia perkuliahan

Asing bagi saya mendengar kata SKS atau mata kuliah, tetapi mau tidak mau itulah yang akan selalu ada dalam kehidupan sehari-hari saya. Bahasa Inggris adalah jurusan yang saya ambil karena saran dari orangtua agar bisa bekerja di luar negeri atau menjadi guru PNS bahasa Inggris. Berat bagi saya pertam kali menyesuaiakan dengan dunia perkuliahan dan bahasa Inggris. Setiap hari bertemu dengan dosen yang menjelaskan materi dengan bahasa Inggris, tetapi dengan PD nya saya selalu meminta dosen agar berbicara dengan dua bahasa yaitu Inggris dan Indonesia karena pada saat itu sangatlah minim kemampuan bahasa Inggris saya dan hapir menyerah untuk pindah jurusan karena sangat sulit bagi saya untuk belajar dari awal lagi.

 

Inspirasi dan Motivasi berbicara bahasa Inggris

Hingga pada suatu hari saya bertemu dengan mahasiswi baru atau bisasa dibilang konversi atau mahasiswi senior yang tiba-tiba bergabung di  kelas sore. Dial ah yang menjadi inspirasi dan motiivasi saya dalam belajar bahasa Inggris dari grammar, vocabulary hingga saya belajar speaking. Mahasiswi itulah yang menjadikan saya lebih semangat dalam belajar bahasa Inggris. Dia bernama Firda Rizqi Bunga Pertiwi, panjang dan Indah namanya. Setiap bertemu kami selalu ngobrol dan sharing tentang grammar dan bagaimana supaya lebih percaya diri dalam berbicara bahasa Inggris.

 

Test Dictation yang menjengkelkan

Pada saat itu kemampuan saya dalam berbicara bahasa Inggris sangatlah minim dan rendah. sampai-sampai saya pernah mendapatkan nilai rendah pada test Dictation, yaitu dosen mendikte sebuah kalimat dan saya menuliskannya. Mata kuliah itu yang membuat saya hampir menyerah dalam belajar bahasa Inggris karena tulisan bahasa Inggris sangat jauh berbeda dengan cara mengucapkannya. Dari pengalamn mendapatkan nilai rendah itu saya termotivasi untuk belajar pronunciation yaitu bagaimana cara mengucapkan kata per kata dalam bahasa Inggris. Mata kulaih Pronunciaton sangatlah membantu dan memotivasi saa dalam belajar berbicara, karena saya menjadi percaya diri ketika dapat mengucapkan kata dalam bahasa Inggris dengan benar. Dan sejak saat itu saya menjadi gemar untuk mengahafalkan kosakata dalam sehari minimal 3 kosakata dan belajar bagaimana cara mengucapkan kata tersebut. Hari demi hari, semester demi semester berlalu hingga saya merasakan manfaat menghafalkan kosakata setiap hari, belajar percakapan dari youtube. Padahal waktu itu saya ingin mengikuti kursus bahasa Inggris, tetapi saya urungkan niat saya karena biaya dan saya pikirkan saya di perkuliahan belajar bahasa Inggris. Dari kebiasaan menghafalkan kosakata setiap hari menjadiakan saya lebih menyukai bahasa Inggris.

 

Mulai berani berbicara bahasa Inggris dan selalu nomor satu untuk maju presentasi

Sejak selalu menghafalkan kosakata setiap hari, saya menjadi berani untuk memulai berbicara bahasa Inggris denagn dosen walaupun saya berbicara terbata bata dan terkadang bingung untuk mengatakannya, tetapi dari kebiasaan untuk memberanikan diri berbicra bahasa Inggris walaupun sering dan banyak melakuakn kesalahan, justru membuat saya lebih percaya diri dan selalu nomor satu apa bila presentasi maupun bertanya kepada dosen. Hingga akhirnya ada dosen saya yang melihat kegigihan saya dalam belajar bahasa Inggris, beliau mengajak saya untuk diberikan bimbingan gratis supaya bisa berbicara bahasa Inggris dengan percaya diri.            

 

Hingga diminta menjadi Juri dan Asisten dosen

To be continued …

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  

Komentar

Postingan Populer