
Bahasa Inggris adalah jodoh saya
Oleh Imam Apritiarto, S.Pd
Pengalaman sebelum belajar bahasa Inggris
Saya adalah seorang guru bahasa
Inggris SMK yang ada di kota Slawi kabupaten Tegal. Bagi saya, bahasa Inggris
adalah bagian dari hidup saya, karena saya selalu berbicara bahasa Inggris dengan siswa saya dan
terkadang dengan orang lain. Sesuai pengalaman yang saya alami dalam belajara
bahasa Inggris sangatlah penuh dengan perjuangan, mengapa saya katakan demikian
karena waktu saya untuk kedua kalinya belajar bahasa Inggris di bangku kuliah
penuh perjuangan dan ketekunan. Pada saat itu saya adalah seorang buruh pabrik
di sebuah perusahaan di kota bogor. Setelah lulus dari bangku SMK saya
memutuskan untuk bekerja karena kondisi keuangan keluarga tidak mendukung untuk
saya melanjutkan kuliah.
Pada tahun 2003 saya pernah bekerja
di sebuah bengkel las kecil milik paman saya dan saya bekerja disana kyrang
lebih selama setahun. Setelah satu tahun berlalu saya memutuskan untuk
mengundurkan diri karena ingin mendapatkan pekerjaan yang lebih baik maka saya
berangkat ke kota Depok untuk mengadu Nasib disana, sebelum saya bekerja di
pabrik otomotif, saya membantu teman saya berjualan martabak setiap malam
hingga saya beruntung melamar pekerjaan di perusahaan besar yang memproduksi
kerangka jok mobil ternama. Singkat cerita saya berpindah-pindah pabrik dari
Astra hingga Fujji Meiwa. Setelah kontrak kerja saya selesai saya memutuskan
untuk pulang ke kampung halaman dan memutuskan untuk kuliah karena saran dari
orangtua dan pade saya dan akhirnya saya mendaftar di salah satu perguruan
tinggi di kota Tegal yaitu Universitas Pancasakti Tegal.
Dunia perkuliahan
Asing bagi saya mendengar kata SKS
atau mata kuliah, tetapi mau tidak mau itulah yang akan selalu ada dalam
kehidupan sehari-hari saya. Bahasa Inggris adalah jurusan yang saya ambil
karena saran dari orangtua agar bisa bekerja di luar negeri atau menjadi guru
PNS bahasa Inggris. Berat bagi saya pertam kali menyesuaiakan dengan dunia
perkuliahan dan bahasa Inggris. Setiap hari bertemu dengan dosen yang
menjelaskan materi dengan bahasa Inggris, tetapi dengan PD nya saya selalu
meminta dosen agar berbicara dengan dua bahasa yaitu Inggris dan Indonesia
karena pada saat itu sangatlah minim kemampuan bahasa Inggris saya dan hapir
menyerah untuk pindah jurusan karena sangat sulit bagi saya untuk belajar dari
awal lagi.
Inspirasi dan Motivasi berbicara bahasa Inggris
Hingga pada suatu hari saya bertemu
dengan mahasiswi baru atau bisasa dibilang konversi atau mahasiswi senior yang
tiba-tiba bergabung di kelas sore. Dial
ah yang menjadi inspirasi dan motiivasi saya dalam belajar bahasa Inggris dari
grammar, vocabulary hingga saya belajar speaking. Mahasiswi itulah yang
menjadikan saya lebih semangat dalam belajar bahasa Inggris. Dia bernama Firda
Rizqi Bunga Pertiwi, panjang dan Indah namanya. Setiap bertemu kami selalu
ngobrol dan sharing tentang grammar dan bagaimana supaya lebih percaya diri
dalam berbicara bahasa Inggris.
Test Dictation yang menjengkelkan
Pada saat itu kemampuan saya dalam
berbicara bahasa Inggris sangatlah minim dan rendah. sampai-sampai saya pernah
mendapatkan nilai rendah pada test Dictation, yaitu dosen mendikte sebuah
kalimat dan saya menuliskannya. Mata kuliah itu yang membuat saya hampir
menyerah dalam belajar bahasa Inggris karena tulisan bahasa Inggris sangat jauh
berbeda dengan cara mengucapkannya. Dari pengalamn mendapatkan nilai rendah itu
saya termotivasi untuk belajar pronunciation yaitu bagaimana cara mengucapkan
kata per kata dalam bahasa Inggris. Mata kulaih Pronunciaton sangatlah membantu
dan memotivasi saa dalam belajar berbicara, karena saya menjadi percaya diri
ketika dapat mengucapkan kata dalam bahasa Inggris dengan benar. Dan sejak saat
itu saya menjadi gemar untuk mengahafalkan kosakata dalam sehari minimal 3
kosakata dan belajar bagaimana cara mengucapkan kata tersebut. Hari demi hari,
semester demi semester berlalu hingga saya merasakan manfaat menghafalkan
kosakata setiap hari, belajar percakapan dari youtube. Padahal waktu itu saya ingin
mengikuti kursus bahasa Inggris, tetapi saya urungkan niat saya karena biaya
dan saya pikirkan saya di perkuliahan belajar bahasa Inggris. Dari kebiasaan
menghafalkan kosakata setiap hari menjadiakan saya lebih menyukai bahasa
Inggris.
Mulai berani berbicara bahasa Inggris dan selalu nomor satu
untuk maju presentasi
Sejak selalu menghafalkan kosakata
setiap hari, saya menjadi berani untuk memulai berbicara bahasa Inggris denagn
dosen walaupun saya berbicara terbata bata dan terkadang bingung untuk mengatakannya,
tetapi dari kebiasaan untuk memberanikan diri berbicra bahasa Inggris walaupun
sering dan banyak melakuakn kesalahan, justru membuat saya lebih percaya diri
dan selalu nomor satu apa bila presentasi maupun bertanya kepada dosen. Hingga
akhirnya ada dosen saya yang melihat kegigihan saya dalam belajar bahasa
Inggris, beliau mengajak saya untuk diberikan bimbingan gratis supaya bisa
berbicara bahasa Inggris dengan percaya diri.
Hingga diminta menjadi Juri dan Asisten dosen
To be continued …
Komentar
Posting Komentar